Main office: (888)-777-1546

Hewan

Tingkah Laris Perkawinan Lele

By in Hewan Comments Off on Tingkah Laris Perkawinan Lele

lele dumbo kawin

Ikan lele ialah ikan air tawar yang digemari oleh para fishing dan juga ikan konsumsi yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Banyaknya budidaya ini lantaran undangan pasar terhadap lele sangat tinggi dan proses budidayanya juga cukup mudah. Peternak tidak membutuhkan air mengalir untuk budidaya lele, air tergenang saja sudah cukup untuk proses budidaya.

Banyak peternak lele yang telah sanggup menghasilkan bibit sendiri, namun ada juga yang masih membeli bbit dari peternak lain. Bibit lele dihasilkan dari proses perkawinan antara lele jantan dengan lele betina. Proses mengawinkan lele gampang-gampang susah untuk dilakukan peternak yang belum berpengalaman.

Untuk artikel kali ini akan kami jelaskan perihal sikap kawin pada lele sebagai indikator awal bahwa proses perkawinan berjalan lancar. Lele yang akan dikawinkan harus telah matang gonad dan mempunyai ukuran yang hampir sama antara si jantan dan si betinanya. 1 jantan dan 1 betina kemudian dimasukkan ke dalam bak perkawinan yang ukurannya tidak terlalu besar.

Perilaku kawin lele sanggup diamati segera atau beberapa jam sehabis induk dimasukkan. Apabila sehabis beberapa jam induk jantan dan betina terpisah, contohnya jantan di ujung kiri bak dan betina berada di ujung yang lain, itu membuktikan bahwa lele tersebut tidak berjodoh (tidak mau kawin). Namun apabila si jantan dan betina berkumpul berdekatan atau saling kejar-kejaran, itu menjadi tanda awal bahwa proses perkawinan berjalan lancar.

Apabila berjodoh, si betina akan berenang kesana-kemari dengan diikuti jantan di belakangnya. Ini merupakan proses bercumbu pada lele, atau tahap awal sebelum terjadi perkawinan. Setelah cukup usang berkejar-kejaran. Betina akan mencari media untuk bertelur dan akan mengeluarkan telur pada media tersebut diikuti dengan jantan yang menyemprotkan sperma. Proses fertilisasi (penyatuan sperma dengan ovum) akan terjadi di air oleh alasannya ialah itu disebut dengan istilah fertilisasi eksternal.

Dalam proses pengeluaran telur dan sperma ini, induk akan sering memberontak di kolam. Akan sering terdengar bunyi cipakan-cipakan air lantaran gerakan lele dalam mengeluarkan telur dan spermanya. Proses mengeluarkan telur dan sperma akan berlangsung selama beberapa jam sampai kesannya kedua induk akan hening kembali dan lebih sering nampak membisu di dasar kolam. Proses bertelur pada lele umumnya terjadi pada malam hari, namun kadang juga sanggup terjadi pada siang hari yang tidak begitu terik.