Lakukan 3 Cara Tes Alergi Agar Dapat Menentukan Pencegahan Terbaik Dari Reaksi Alergi

Alergi merupakan salah satu respon tidak normal yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki alergi biasanya akan bereaksi dengan zat-zat yang terkandung dalam makanan atau lingkungan yang sebenarnya tidak berbahaya. Misalnya saja seperti telur, susu sapi, ikan, kerang, udang, serbuk sari, debu dan juga jamur. Ada banyak sekali hal-hal yang dapat menjadi penyebab alergi, untuk itulah sangat penting untuk mengetahui jenis alergi yang diderita dengan cara tes alergi. Dengan tes alergi, anda dapat mengetahui secara spesifik alergi apa yang anda derita. Ketika penderita kontak dengan pemicu alergi atau alergen, maka penderita dapat mengalami reaksi alergi yang sangat mengganggu. Kontak yang dimaksud adalah ketika zat alergen menempel pada kulit, masuk ke lapisan dalam kulit, masuk ke dalam tubuh dengan cara menghirupnya atau tertelan.

Secara garis besar, proses terjadinya reaksi alergi adalah seperti berikut ini.

  • Ketika tubuh kontak dengan alergen, tubuh akan memproduksi sebuah antibodi spesifik yang bernama IgE. IgE akan mengikat zat alergen tersebut.
  • IgE nantinya akan menempel pada sel darah merah yang disebut sebagai mast cell. Mast cell berada di berbagai tempat, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan dan lain sebagainya. Ketika mast cell yang terikat dengan IgE berada di saluran pernapasan, maka reaksi alergi yang muncul lebih banyak terjadi di area tersebut, misalnya saja bersin-bersin atau kesulitan bernapas.
  • Ketika IgE menempel pada mast cell, maka mast cell akan melepaskan berbagai zat kimia ke dalam darah, salah satunya adalah histamin yang menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi.

Secara umum reaksi alergi yang biasanya muncul adalah mata dan hidung berair, mata dan hidung terasa gatal, bersin-bersin, muncul ruam kemerahan pada kulit, area tertentu atau seluruh tubuh terasa gatal, area tertentu pada tubuh membengkak dan munculnya bintik-bintik kemerahan. Namun beberapa jenis alergi dapat menimbulkan reaksi yang berbeda dengan jenis alergi lainnya. Misalnya pada alergi makanan, reaksi yang muncul biasanya tidak jauh dari sistem pencernaan seperti muntah, diare, kram perut dan juga konstipasi. Maka dari itulah sangat penting untuk melakukan tes, ada beberapa cara tes alergi yang biasa dilakukan oleh dokter ataupun petugas laboratorium. Tentunya anda dapat memilih jenis tes apa yang ingin anda lakukan, namun sebaiknya anda memilih jenis tes alergi setelah anda berkonsultasi dengan dokter. Karena setiap tes memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Reaksi alergi yang paling berbahaya ketika kontak dengan alergen adalah reaksi anafilaksis. Reaksi alergi yang satu ini dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat, misalnya saja kesulitan bernapas. Apabila tidak diberikan bantuan dengan cepat, telah beberapa detik saja maka dapat menyebabkan kematian. Bisa anda bayangkan betapa sakitnya dan panik ketika tiba-tiba anda tidak dapat bernapas, apalagi anda tidak tahu penyebab mengapa sesak napas tersebut terjadi. Karena itulah sangat penting untuk mengidentifikasi pemicu alergen tersebut, ada beberapa cara tes alergi yang dapat anda lakukan untuk mengetahuinya.

Untuk orang-orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alergi karena 80% kasus alergi yang terjadi, mereka berasal dari keluarga yang memiliki riwayat alergi. Selain itu anak-anak juga rentan mengalami alergi karena anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi secara optimal, mereka lebih rentan untuk memiliki alergi terhadap suatu hal. Untuk menghindari gejala alergi yang tidak diinginkan, sebaiknya melakukan berbagai cara tes alergi, bisa lebih dari satu tes alergi untuk memastikan zat pemicu alergen yang dapat menyebabkan alergi pada anda.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang biasanya menyebabkan alergi yang patut anda waspadai sebelum anda melakukan tes alergi.

  • Susu

Walaupun menjadi sumber nutrisi terpenting bagi anak-anak, susu kerap kali menjadi zat pemicu alergi karena protein yang terkandung di dalamnya.

  • Telur

Segala bentuk olahan dari telur harus dihindari, mulai dari mayonnaise. Telur mengandung berbagai protein dan vitamin penting bagi tubuh.

Setelah mengetahui beberapa jenis makanan yang biasa menjadi penyebab alergi, agar lebih yakin dengan jenis alergi yang anda derita, anda dapat mencoba 3 cara tes alergi berikut ini.

  • Tes kulit

Caranya adalah dengan memasukkan alergen ke dalam kulit menggunakan jarum kecil. Area kulit yang dimasukkan alergen menjadi berwarna merah menunjukkan bahwa anda memiliki alergi terhadap zat tersebut.

  • Tes patch

Tes ini digunakan pada anak-anak karena tidak perlu menyuntik anak, cukup digunakan pada kulit selama 48 jam dan tidak boleh terkena air. Akan dilihat reaksi kulit ketika patch telah dilepas.

  • Tes darah

Tes darah kurang sensitif bila dibandingkan dengan tes kulit, maka dari itu jarang digunakan.